Thursday, 8 May 2014

Arjuna

Bab 1.
Masyarakat


1.Kehidupan Kolektif dan Definisi Masyarakat

Kehidupan kolektif dalam alam binatang.tidak hanya makhluk manusi saja, melainkan  juga banyak jenis makhluk lain hidup barsama individu-individu sejenisnya dalam gabungan. Dari ilmu mmikrobiologi misalna kita bahwa banyak jeis proyojoa hidup bersama makhluk sel sejenis dalam suatu kolektif sebanyak ribuan sel yang masing masing tetap merupakan individu sendiri-sendiri. Misalny jenis Hydractinia.
Mengenai azaz pegaulan antara mahluk dalam kehidupan Alamiahitu, beberapa ahli filsafat seperti H. Spencer pernahmenyatakan bahwa azas egoisme atau azas “mendahulukan kepentingan diri sendiri diats kepeentingan yang lain” mutlak perlu bagi jenis-jenis mahluk untuk dapat berahan dalam alam yan kejam. HAnya sikap egois dapat membuat sejenis mahluk sedemikian kuatnya,sehingga ia cocok (fit)dengan  alam untuk dapat bertahan dan hidup langsung (survive)
Sebaliknya ada beberapa ahli filsafat lain yang menunjukan bahwa lawan azas egoisme, yaitu azas altruisme, atau azas “Hidup berbakti untuk kepentingan yang lain” juga dapat membuat jenis makhluk itu menjadi sedemikian kuatnya sehingga dapat bertahan dalam proses seleksi alam yang kejam. Kita dapat mengerti bahwa azas altruisme ini terutama  berarti mahluk-mahluk yang hidup kolektif, justru karena altruiisme yang kuat, maka jenis mahluk kolektif itu mampu mengembangkan suatu hubungan Bantu membantu, dan kerjasma yang serasi.
Kehidupan kolektif mahluk manusia. Manusia adalah jenis mahluk hidup yang kolektif, maka pengetahuan mengenai azas-azas hidup dalam koletif yang sebenarnya, walaupun demikian masih ada suatu perbedaan azasi yang sangat dasar antara kehidupan kolektip binatang dan kehidupan kolektif manusia , yaitu bahwa  system kolektif dalam kehidupan binatang  bersifat naluri yang sudah terencana oleh alam  dan terkandung dalam gen jenis binatang yang bersangkutan, sedangkan system pembagin kerja , aktivitas kerjasama,serta berkomunikasi dalam kehiduan kolektif manusia, bukan bersifat naluri, hal ini disebabkan karena lepas dari pengaruh ciri-ciri ras,baik kaukasoid,mongoloid, negroid atau lainya .
Oleh karena pola-pola tindakan dan tingkah laku manusia adalah hasil pelajaran, maka kita mudah dapat mengerti bahwa pola-pola tindakan dapat berubah dengan lebih cepat dari pada perubahan bentuk organismenya, hanya beberapa tahun yang lalu saja tingkah laku dan hidup manusia sangat berbeda dengan yang sekarang, hanya tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu saja orang Indonesia masih banyak tinggal dalam rumah-rumah besar bagi kelompok kerabatnya yang luas,dan dari musim kemusim menanam padi diladang atau sawah bagi petani,kini keturunan langsung dari para petani tadi tinggal dirumah-rumah gedung dalam komplek perumahan , jawatan, atau perusahaan,
Perubahan-perubahan dalam jangka waktu hidup hanya beberapa generasi manusia itu tidak sama cepatnya pada suatu kolektif manusia lainnya di muka bumi, ada yang mengalami perubahan yang lambat yang berlangsung dalam jangka waktu berpuluh-puluh angkatan selama satu-dua abad, ada pula kolektif-kolektif yang perubahannya sangat cepat.

2. berbagai wujud kolektif manusia

Manusia dimuka bumi ini berjumlah lebih dari tiga milyar,dan seluruh mahluk jenisnya homosepies itu menampakan suatu aneka warna yang disebabakan karena ciri-ciri ras kaukasoid, mongoloid, negroid, serta beberapa cirri lain yang berbeda-beda.seperti apa yang telah tersebut tadi ,aneka warna ciri ras itu tidak menyebabkan timbulnya warna-warna dalam pola tingkah laku manusia.orang Indonesia misalnya, yang memiliki ciri-ciri ras mongoloid cina selatan (orang Indonesia pribumi) tidak begitu berbeda dalam hal adat tingkah lakunya jika dibandingkan dengan orang Indonesia yang mempunyai ciri-ciri kaukasid

3. unsur-unsur masyarakat

Adanya bermacam-macam wujud kesatuan kolektip manusia menyebabkan bahwa kita memerlukan beberapa istilah untuk membedakan  berbagai macam kesatuan manusia,ada istilah –istilah khusus yang merupakan unsur dari masyarakat,yaitu social, golongan social , komonitas, kelompok, dan perkumpulan keenam istilah sebutan ini beserta konsepnya,syarat-syaratnya pengikatnya, serta cirri-ciri lainnya,
Masyarakat, seperti tersebut diatas, istilah yang paling lazim dipakai untuk menyebut kesatuan-kesatuan hidup manusia, baik dalam tulisan ilmiah maupun dalam bahasa inggris dipakai istilah society yang bersal dari kata latin socios, yang berarti “kawan” istilah masyarakat sendiri berasal dari aakar kata arab syarako yang berarti “ikut serta,berpartipasi”
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling “bergaul” atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”, suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melaluiapa warga negaranya berinteraksi,misalnya: suatu Negara modern mempunyai suatu jaringan komunikasi berupa jaringan jalan raya,jaringan jalan kereta api, jaringn perhubungan udara, jaringan telekomunikasi, system radio dan tv,
Adanya prasarana untuk berinterksi memang menyebabkan bahwa warga dari suatu kolektip manusia itu akan saling berinteraksi, sebaliknya, adanya hanya suatu potensi untuk berinteraksi saja belum berarti bahwa warga dari suatu kesatuan manusia itu akan benar-benar berinteraksi, misslnya saja suku bali mempunyai potensi untuk berinteraksi yaitu bahasa bali, namun adanya potensi itu saja tidak akan menyebabkan bahwa semua orang bali tanpa alasan mengembangkan aktivitas-aktivitas yng menyebabkan suatu interaksi secara intensif diantara semua orang bali tadi,
Setelah uraian diatas sekarang tiba waktunya untuk merumuskan suatu definisi tentang konsef masyarakat untuk keperluan analisa antropologi:masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adapt istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas
Definisi itu menyerupai suatu definisi yang diajukan oleh J.L. Gillin dan J.P Gillin dalam bukunya Cultural sociology (1945 :139) yang merumuskan bahwa masyarakat “kesatuan hidup,unsure adat istiadat, kontuinitas”
Meskipun kita memang sering dapat berbicara tentang konsep masyarakat dalam arti luas seperti misalnya konsep masyarakat Negara Indonesia, tetapi kenyataanya, dalam fikiran kita terbayang seluruh ke-130 juta manusia Indonesia itu biasanya yang terbayang dalam diri kita dendiri, atau manusia Indonesia itu sekitar diri kita sendiri, atau suatu lokasi tertentu, atau dalam ikatan suatu kelompok tertenntu,
Kesatuan wilayah, kesatuan adat istiadat, rasa identitas komunitas, dan rasa loyalitas terhadap komunitas, dan pangkal dari perasaan seperti patroitisme, nasionalisme, dan sebagainya, yang biasanya bersangkutan dengan Negara, meru pakan wujud dari suatu komunitas yang paling besar,seperti kota, desa, cocok dengan definisi kita mengenai komunitas: sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati suatu wilayah yang nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu system adapt istiadat, serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas,
Katagori social, masyarakat sebagai suatu kolektif manusia yang sanggat umum sifatnya, mengandung kesatuan-kesatuan yang lebih khusus sifat nya, tetapi yang belum tentu mempunyai syarat-syarat pengikat yang sama dengan suatu masyarakat, kesatuan social sehinngga serupa dengan “kerumunan” atau crowd yang tidak mempunyai sifat-sifat masa yarakat,katagori social adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks cirri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusi-manusia itu.

Golongan social berbeda dengan konsep katagori social terurai di atas, ada konsef lain, yaitu golongan social, konsef ini dalam buku-buku pelajaran ilmu antropologi atau sosiologi dalam bahasa asing jarang dipisahkan darim katagori konsef social tadi, dan kedua-duanya biasanya memang disebut dangan satu istilah, yaitu social katagori, dan memang sering juga dianggap sebagai satu konsef itu dengan dua istilah yang berbeda, karena katagori social dan golongan social yang mempunyai unsur-unsur perbedaan yang jelas.
Title: Arjuna; Written by chepy.mz; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment